Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net

Info seputar cara menanam, budidaya, berkebun dan segala macam yang berhubungan dengan tanaman. Dari bibit hingga panen, dari media tanam hingga hama.

Info seputar cara menanam, budidaya, berkebun dan segala macam yang berhubungan dengan tanaman. Dari bibit hingga panen, dari media tanam hingga hama.

Tentang Kami

Info seputar cara menanam, budidaya, berkebun dan segala macam yang berhubungan dengan tanaman. Dari bibit hingga panen, dari media tanam hingga hama.

Alamat

Komunitas Tanduran Dot Net

 <>

Facebook

Berita

39 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Kepala dan Kulit Udang ====================== Bahan - Kepala dan kulit udang (beratnya terserah saja) - Gula pasir atau gula merah - EM4 atau MOL (EM4 adalah Effective Microorganism, terdiri dari mikro organisme hidup yang berfungsi untuk menguraikan dan membantu proses fermentasi) - Air Cara Membuat - Kepala dan kulit udang diblender dengan air secukupnya sampai halus. Setiap blenderan, tambahkan 2 sendok makan gula pasir atau gula merah secukupnya. - Masukkan EM4 atau MOL dengan takaran 10cc atau 2 sendok makan per 1 liter larutan limbah udang dan air. Aduk rata. - Saatnya pemeraman. Cara pemeraman POC kepala udang ini ada dua, tergantung sumber mikro organisme yang kita gunakan. Anaerob, bila menggunakan EM4. Mikro organisme dari EM4 ini sifatnya anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Maka, masukkan larutan pupuk ke dalam botol atau jerigen, lalu tutup rapat. Setiap pagi dan sore buka tutupnya sekadar untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar wadah botol tidak meledak, setelah itu tutup rapat kembali botolnya. Aerob, bila menggunakan MOL. Mikro organisme dari MOL ini sifatnya aerob alias membutuhkan oksigen untuk melakukan fermentasi. Maka, masukkan larutan pupuk ke dalam botol, lalu tutup botolnya dibiarkan terbuka. Atau bisa juga tutupnya dilubangi kecil saja. Catatan: Sebaiknya botol/wadah jangan diisi sampai penuh dengan larutan POC, sisakan sedikit (kira-kira 1/3 bagian) ruang kosong, gunanya agar nanti ada ruang sedikit untuk proses fermentasi. Biasanya kalau proses fermentasi berlangsung, campuran akan membumbung di dalam botol, seperti air soda berbuih-buih. Kalau kita isi botol sampai penuh, cairan bisa meleduk kalau kita buka tutupnya. Jadi sisakan sedikit space kosong untuk ekspansi fermentasi Setelah kira-kira 2-3 minggu atau paling lama sebulan (biasanya kalau proses fermentasi itu akan muncul gelembung-gelembung seperti air mendidih, nah kira-kira jika sudah tidak berbuih banyak lagi), pupuk organik cair dari kepala dan kulit udang ini sudah bisa digunakan. Baunya mirip bau terasi. Saran Pemakaian Untuk menggunakannya, campurkan satu bagian POC dengan 5 bagian air atau lebih, dan siramkan ke media tanaman. NB : jika kepala dan kulit udang tidak ada bisa menggunakan Isi perut Ikan
38 minggu yang lalu
Zaky - trimksih dh mmsukn sy ke grop ni.. kbtulan q suka tanman n hewan ternak
  

40 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Promo Akhir Tahun Tersedia paket benih : - Lemon Basil, 25 benih - Green Spinach, 75 benih - CAbe Rawit 40, benih - tOmato Chery red, 10 benih - Big Sunflower, 10 benih - leTtuce Red Romaine, 75 benih - Morning Glory So Hara, 5 benih - Okra Hijau, 5 benih - Bawang Daun, 100 benih - Pak Choi, 125 benih - Rocket Runaway, 25 benih Segera dapatkan hanya dengan Rp 70.000. Gratis ongkir bagi yang klik SUKA halaman & kiriman ini. 1. Klik SUKA halaman Komunitas Tanduran 2. Klik SUKA kiriman ini. 3. Balas postingan ini, ketikan MINAT. 4. Kirimkan nama & alamat lengkap, serta No HP via PM. Segera dapatkan, paket terbatas !!!
39 minggu yang lalu
Mas Yono - maksudnya PM pacebook mesenger
39 minggu yang lalu
Saprol Si Rejec - Lemon Basil. 25 benih. brapaan
39 minggu yang lalu
Komunitas Tanduran Dot Net - Mohon yang minat perhatikan langkah2 aturan bisa Free Ongkirnya ya (point 1-4).
39 minggu yang lalu
Komunitas Tanduran Dot Net - iya gan. 70rb dapat 11 jenis
1 
39 minggu yang lalu
Iksan Adianto - 70rb itu semuanya ?
40 minggu yang lalu
Mas Yono - minat
40 minggu yang lalu
Achmad Djamdjuri - Dmn almty
  

40 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Menggunakan Bawang Merah Untuk Mempercepat Pertumbuhan Benih. ======================================================== Bibit Cabe merupakan bibit yang membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkanbenihnya, rata-rata penyemaian bibit cabe sampai keluar benihnya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu, tentu waktu yang lama bagi orang yang baru memulaibercocok tanam. Bisa jadi semangatnya hilang sebelum tumbuh cabenya. Sebenarnya ada beberapa cara untuk mempercepat benih cabe kluar daribijinya, salah satunya yaitu dengan menggunakan hormon atau zat perangsang tumbuh. Bagi yang kesulitan untuk mencari hormon/zat tersebut ada solusi lain , yaitu menggunakan bawang merah. Caranya lembutkanlah 1 siung bawang dan campurkan dengan air kira-kira 100-300 ml. rendam bibit cabe selama 2 – 8 jam. Setelah direndam dengan air bawang, silahkan taburkan benih di media tanam.Niscaya bibit cabe tadi akan lebih cepat tumbuh. Hal ini sudah pernah dibuktikanoleh seorang petani di Bontang Kaltim pada bibit cabe habaneronya. Benih cabe tumbuh dalam waktu 6 hari, yang biasanya dia memerlukan waktu sekitar 2 minggu untuk menunggu benih cabenya tumbuh. Bawang merah juga punya kegunaan lainnya, Untuk tanaman yang mau distek atau cangkok, guna mempercepat pertumbuhan akar maka olesilah bagian yang akan masuk kedalam tanah atau mau dibungkus tanah dengan bawang merah, niscaya tanaman akan cepat berakar dan tumbuh dengan baik.
  

41 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Berikut takaran PPM beberapa macam sayuran dalam berhidroponik. Klik suka & cantumkan tanaman yang ingin anda ketahui takaran PPMnya. Kami akan berusaha memperbaruinya.
Timeline Photos
  

41 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Jenis-Jenis Pupuk Organik ===================== Pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet. Teknologi pupuk organik berkembang pesat dewasa ini. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, sampai masalah ketergantungan petani terhadap pupuk. Oleh karena itu, pemakaian pupuk organik kembali digalakan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut. Jenis-Jenis Pupuk Organik Ada berbagai jenis pupuk organik yang digunakan para petani di lapangan. Secara umum pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Dilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sedangkan dilihat dari bahan penyusunnya terdapat pupuk hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos. A. Pupuk Hijau Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen, yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah. Pengaplikasian pupuk hijau bisa langsung dibenamkan kedalam tanah atau melalui proses pengomposan. Di lahan tegalan atau lahan kering, para petani biasa menanam leguminos, seperti ki hujan, sebagai pagar kebun. Di saat-saat tertentu tanaman pagar tersebut dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau. Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan kedalam tanah pada saat pengolahan lahan. Jenis dan karakteristik pupuk organik B. Pupuk Kandang Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau dan kambing. Secara umum pupuk kandang dibedakan berdasarkan kotoran hewan yang kencing dan tidak kencing. Contoh hewan yang kencing adalah sapi, kambing dan kerbau. Hewan yang tidak kencing kebanyakan dari jenis unggas seperti ayam, itik dan bebek. Karateristik kotoran hewan yang kencing waktu penguraiannya relatif lebih lama, kandungan nitrogen lebih rendah, namun kaya akan fosfor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok digunakan pada tanaman yang diambil buah atau bijinya seperti mentimun, kacang-kacangan, dan tanaman buah. Sedangkan karakteristik kotoran hewan yang tidak kencing waktu penguraiannya lebih cepat, kandungan nitrogen tinggi, namun kurang kaya fospor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok diterapkan untuk tanaman sayur daun seperti selada, bayam dan kangkung. Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang. Pupuk kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai keadaannya kering dan matang sebelum diaplikasikan ke lahan. C. Pupuk Kompos Pupuk kompos adalah pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur atau kapang. Sedangkan makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing tanah. Dilihat dari proses pembuatannya, ada dua metode membuat pupuk kompos yaitu proses aerob (melibatkan udara) dan proses anaerob (tidak melibatkan udara). Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian dekomposer beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Sehingga pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair dan pupuk organik tablet. Pupuk kompos bisa dibuat dengan mudah, bahkan beberapa tipe pupuk kompos bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga, seperti pupuk bokashi dan pupuk kompos takakura. D. Pupuk Hayati Organik Pupuk hayati merupakan pupuk yang terdiri dari organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman. Dalam Peraturan Menteri Pertanian pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik melainkan sebagai pembenah tanah, lihat penjelasannya dalam pengertian pupuk hayati. Namun dalam penerapannya di lapangan seringkali dianggap sebagai pupuk organik. Pupuk hayati bekerja tidak seperti pupuk organik biasa yang bisa langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menyediakan nutrisi untuk tanaman. Pupuk ini secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus menerus dan secara berkelanjutan. Pupuk hayati dibuat dengan mengisolasi bakteri-bakteri tertentu seperti Azotobacter choococum yang berfungsi mengikat unsur unusr N, Bacillus megaterium bakteri yang bisa melarutkan unsur P dan Bacillus mucilaginous yang bisa melarutkan unsur K. Mikroorganisme tersebut bisa didapatkan di tanah-tanah hutan, pegunungan atau sumber-sumber lain.
  

41 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Siapa tahu ada yang minat? Silakan share ke teman-teman :)
Timeline Photos
  

41 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Karakteristik Pupuk Organik ====================== Seperti juga humus, pupuk organik berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Setidaknya ada empat manfaat, yakni sebagai sumber nutrisi, memperbaiki struktur fisik tanah, memperbaiki kimia tanah, meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah. Sumber Nutrisi Tanaman Lengkap. Pupuk organik mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman, baik yang sifatnya makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Sedangkan unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (CI), boron (B), molybdenum (Mo) dan Almunium (AI). Pupuk organik yang dibuat dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan unsur hara tersebut. Memperbaiki Struktur Tanah. Pupuk organik merupakan material yang mempunyai sifat unik. Bisa menggemburkan tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah pasir maupun lempung. Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir sehingga tanah menjadi lebih solid. Sehingga tanah berpasir bisa menyimpan air. Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori, sehingga tanah tersebut menjadi gembur. Meningkatkan Kapasitas Tukar Kation. Dilihat dari sifat kimiawi, pupuk organik mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah. Tanah yang memiliki kapaitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman dibanding tanah dengan kapasitas ion rendah. Kandungan material organik yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah. Meningkatkan Daya Simpan Air. Struktur kompos sangat menyerap air (higroskopis). Air yang datang disimpan dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar. Keberadaan air ini mempertahankan kelembaban tanah sehingga tanaman dapat terhindar dari kekeringan. Meningkatkan Aktivitas Biologi Tanah. Pupuk kompos mengandung mikroorganisme dekompomoser didalamnya. Mikroorganisme ini akan menambah mikroorganisme yang terdapat dalam tanah. Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang menghasilkan sejumlah nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.
  

41 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Pupuk Organik Vs Pupuk Kimia Sintetis =============================== Dilihat dari kandungannya, pupuk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap baik makro maupun mikro. Namun takarannya sedikit dan komposisinya tidak pasti. Setiap pupuk organik mempunyai kandungan nutrisi dengan komposisi yang berbeda-beda. Sedangkan pupuk kimia sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya banyak dan komposisinya pasti. Misalnya, urea banyak mengandung unsur nitrogen (N) dalam jumlah yang cukup tapi tidak memiliki zat nutrisi lainnya. Penyerapan nutrisi atau zat hara pada pupuk organik lebih sulit dicerna tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan kompleks. Namun secara jangka panjang akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur tadi. Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanaman. Kelemahannya, zat hara tersebut sangat mudah hilang dari tanah karena erosi. Pupuk organik baik untuk digunakan dalam jangka panjang karena sifatnya menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Sementara itu pupuk kimia sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka panjang akan mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya. Dari sisi lingkungan dan ekosistem, pupuk organik memicu perkembangan organisme tanah. Tanah yang kaya akan organisme sanggup memberikan nutrisi secara berkelanjutan. Karena aktivitas organisme tanah akan menguraikan sejumlah nutrisi penting bagi tanaman. Sedangkan pupuk kimia sintetis malah membunuh organisme tanah. Sehingga untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman selalu diperlukan penambahan pupuk dalam jumlah yang terus meningkat. Dilihat dari sisi kesehatan, pupuk organik lebih menyehatkan bagi manusia karena tersusun dari bahan-bahan organik yang sama dengan tubuh manusia. Sedangkan pupuk kimia sintetis diketahui unsur-unsur bebasnya membahayakan kesehatan. Namun khusus poin yang terakhir ini masih menjadi perdebatan di kalangan para peneliti.
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Mengatasi Keriting Pada Cabe (Non Organik) ========================= Penyakit keriting pada cabe sering ditandai dengan gejala: daun kecil, keriting, pucat bergaris, buah kecil, bengkok dan ringan. Penyakit semacam ini bisa dibilang cukup umum daan banyak sekali terjadi di Lapangan. Penyebabnya adalah CMV (Cucumber Mosaic Virus). Vektornya/penyebabnya berupa Aphid dan Thrips (ngengat). Aphid memiliki mulut berupa alat tusuk dan hisap. Pada saat ia berada di permukaan daun, Aphid akan menghisap zat-zat dari daun, sehingga otomatis dia akan bisa menularkan penyakit (virus) dan memperbanyak diri dalam tanaman tersebut. Sedangkan Thrips bekerja dengan menusuk klorofil (zat hijau daun) yang sangat diperlukan dalam proses pembuatan zat makanan bagi tumbuhan. Akibatnya, daun menjadi pucat dan tidak dapat mensupply kebutuhan organ lain. Tindakan kuratif yang dapat kita lakukan adalah mmenyemprotnya dengan insektisida. - Untuk Cabe Dewasa - Dosis: 1 liter Curacron 500 EEC per ha. - Konsentraasi: 2 ml per liter air, dan volume semprot 500 liter per ha. Cara semprot: merata dan menyeluruh pada tanaman. Kabut semprotan harus halus sehingga mengenai setiap titik pada tumbuhan, sehingga hasil yang dicapai dapat lebih optimal. Masa penyemprotan: Jika pada masa persemaian diserang hama, harus disemprot sejak dini. Sehari sebelum pindah, tanaman hendaknya disemprot lagi karena diharapkan tanaman akan terlindung dari serangan hama pada minggu-minggu pertama setelah anak semai dipindah ke lapangan. Di lapangan penyemprotan dilakukan seminggu atau 2 minggu sekali, dan dihentikan 2 minggu sebelum pemehkan/panen, agar zat aktif dalam insektisida tidak lagi bekerja, dan produksi cabe dapat dikonsummsi dengan aman. Selamat mencoba!
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Unsur Hara Mikro ---------------- a. Chlor (CL) Membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Khususnya untuk tanaman tembakau, kentang, kapas, kol, sawi dan tamanan sayuran. Kekurangan klor akan menyebabkan produktivitas tanaman rendah. b. Fero/besi (Fe) Berperan dalam proses fisiologi tanaman seperti proses pernapasan dan pembentukan zat hijau daun atau klorofil. Kekurangan zat besi akan menyebabkan daun berwarna kuning kemudian berguguran. c. Mangan (Mn) Bermanfaat dalam proses asimilasi dan berfungsi sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim dalam tanaman. Kekurangan mangan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman hortikultura seperti sayuran. d. Cuprum/tembaga (Cu) Bermanfaat bagi tanaman dalam proses pembentukan klorofil dan sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim tanaman. Kekurangan tembaga pada Media Tanam akan menyebabkan ujung daun layu. e. Boron (Bo) Merupakan zat yang banyak manfaatnya, boron membawa karbohidrat ke seluruh jaringan tanaman, boron juga bermanfaat dalam proses mempercepat penyerapan kalium dan berperan pada pertumbuhan tanaman khususnya pada bagian yang masih aktif selain itu juga meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan. d. Molibdenum (Mo) Berfungsi untuk mengikat nitrogen bebas dari udara, juga berfungsi sebagai komponen pembentukan enzim pada bakteri akar tanaman leguminosae. e. Zinc/seng (Zn) Mempunyai fungsi dalam pembentukan hormon tanaman yang berguna untuk pertumbuhan. Kekurangan seng menyebabkan daun berwarna kuning atau kemerahan, daun berlubang, mengering bahkan bisa mati.
39 minggu yang lalu
Nunu Fals - Untuk mencegah layu pada tanamab kentang pake apaa ?? Terima kasih
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Unsur Hara Makro ---------------- a. Carbon/karbon (CO) Diambil oleh tanaman dari karbondioksida (CO2) yang ada di udara. b. Hidrogen (H) Diperoleh tanaman dengan cara memecah air (H20) dari udara dan tanah. Hidrogen berguna dalam pembentukan gula (glukosa) menjadi karbohidrat. c. Nitrogen (N) Tumbuhan memerlukan nitrogen untuk pertumbuhannya terutama pada fase vegetatif yaitu pertumbuhan cabang. daun dan batang. Nitrogen (79% volume udara terdiri dari nitrogen) juga bermanfaat dalam proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Kekurangan nitrogen menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal, kerdil, daunnya menguning dan kering. d. Phosphor/Fosfor (P) Berguna untuk pembentukan akar, sebagai bahan dasar protein, mempercepat penuaan buah, memperkuat batang tanaman, meningkatkan hasil biji-bijian dan umbi-umbian. Selain itu Fosfor juga berfungsi untuk membantu proses asimilasi dan respirasi. Kekurangan Fosfor menyebabkan tanaman menjadi kerdil, pertumbuhan akar tidak baik dan pertumbuhan cabang dan ranting meruncing. e. Calsium/Kalsium (Ca) Berfungsi sebagai pengatur pengisapan air dari dalam tanah. Kalsium juga berguna untuk menghilangkan (penawar) racun dalam tanah. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan pertumbuhan pucuk ranting terhambat dan batang tanaman tidak kokoh. f. Sulfur/Belerang (S) Membantu tanaman dalam membentuk bintil akar, pertumbuhan tunas dan pembentukan hijau daun (klorofil). Sulfur merupakan unsur penting dalam pembentukan berbagai jenis asam amino. Kekurangan sulfur / belerang menyebabkan daun muda berubah warna menjadi hijau muda. mengkilap agak keputihan selanjutnya akan berubah menjadi kuning, tanaman akan tampak kerdil, kurus dan batangnya pendek. g. Oksigen (02) Diperoleh tanaman dari air dan udara. Sekitar 21% volume udara adalah oksigen. Oksigen diisap tanaman dari udara melalui proses respirasi. Oksigen dibutuhkan tanaman untuk membentuk bahan organis tanaman. h. Magnesium (Mg) Membantu proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Selain berfungsi untuk membentuk karbohidrat, lemak dan minyak, magnesium juga membantu proses transportasi fosfat dalam tanaman. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan pucuk dan bagian diantara jari-jari daun tampak tidak berwarna. i. Kalium (K) Membantu pembentukan protein dan karbohidrat selain itu juga berfungsi untuk memperkuat jaringan tanaman dan berperan dalam pembentukan antibodi tanaman yang bisa melawan penyakit dan kekeringan. Jika kekurangan kalium tanaman tidak tahan terhadap penyakit, kekeringan dan udara dingin.
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Sekilas Pandang Tentang Unsur Hara ----------------------------------- Unsur hara adalah kebutuhan pokok tanaman baik berupa nutrisi maupun sumber energi yang menunjang kehidupan tanaman. Sedikitnya ada 60 jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan 16 unsur atau senyawa di antaranya merupakan unsur hara yang mutlak dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhannya. Kekurangan hara bisa menyebabkan pertumbunan tanaman terganggu, menimbulkan penyakit, dan bisa menyebabkan tanaman mati. Dari 16 unsur hara, 3 di antaranya ketersediannya di alam melimpah. Ketiga unsur tersebut adalah karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (0). Ketiganya dapat diperoleh bebas dari udara. Kebutuhan air dapat diperoleh dari tanah dan dari air penyiraman. Sedangkan unsur hara yang lain karena ketersediannya terbatas biasanya ditambahkan dengan pupuk. Unsur hara bisa dibagi menjadi dua bagian utama; unsur hara makro dan mikro.
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Gejala Kekurangan Unsur Hara Yang Mendasar -------------------------------------- 1. KEKURANGAN NITROGEN (N) Gejala paling menonjol adalah warna daun yang berubah menjadi kekuningan, jaringan daun mati, selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa kekurangan nitrogen akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan buah yang tidak sempurna (kecil-kecil dan cepat masak). 2. KEKURANGAN FOSFOR (P) Kekurangan fosfor menyebabkan hambatan pertumbuhan pada sistem akar, warna daun menjadi hijau tua/keabu-abuan, sering pula terdapat pigmen merah pada bagian bawah daun, selanjutnya daun mati. Pertumbuhan buah sangat jelek dan tanaman menjadi kerdil karena perakaran yang buruk dan kurang berfungsi. 3. KEKURANGAN KALIUM (K) Pada awalnya daun tampak mengkerut, kemudian tepi daun menguning, tampak bercak-bercak kotor berwarna coklat, kemudian daun mati. Ukuran batang menjadi relatif pendek sehinga tanaman tampak kerdil, buah banyak yang berjatuhan sebelum masak, pemasakan buah pun berlangsung sangat lambat. 4. KEKURANGAN KALSIUM (Ca) Kekurangan kalsium juga meyebabkan hambatan pertumbuhan pada sistem akar, daun muda tampak berkeriput, ujung dan tepinya menjadi kuning, jaringan daun pada beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mulai mati karena distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan terhambat. 5. KEKURANGAN MAGNESIUM (Mg) Magnesium merupakan bagian pembentuk klorofil, oleh karena itu kekurangan unsur ini akan menimbulkan gejala-gejala yang tampak pada daun. Daun menjadi mudah terbakar oleh terik matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin sehingga banyak daun yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut. 6.KEKURANGAN BELERANG (S) Kekurangan unsur belerang menyebabkan klorosis terutama pada daun muda. Perubahan warna terjadi pada keseluruhan daun (tidak setempat), warna hijau makin pudar dan berubah menjadi hijau sangat muda atau kuning sehingga menyebakan tanaman tampak berdaun hijau dan kuning. 7.KEKURANGAN ZAT BESI (Fe) Kekurangan zat besi biasanya terjadi pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. Pada awalnya secara setempat daun berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, warna hijau pada tulang daun berubah menjadi kuning pucat sampai putih. Gejala paling hebat terjadi pada musim kemarau, daun muda banyak yang menjadi kering dan berguguran. 8.KEKURANGAN BORON (B) Kekurangan unsur boron menyebabkan terjadinya klorosis secara setempat pada permukaan daun bagian bawah, yang selanjutnya menjalar ke bagian tepi. Jaringan daun menjadi mati, daun muda tidak berkembang, pertumbuhan berhenti (kerdil), kuncup mati dan menjadi berwarna hitam/coklat. Pada beberapa bagian dari buah terjadi penggabusan, umbi menjadi kecil yang terkadang dipenuh lubang-lubang kecil berwarna hitam, demikian pula pada bagian akar. 9.KEKURANGAN MANGAN (Mn) Awalnya diantara tulang daun secara setempat terjadi klorosis, warna hijau pada daun berubah menjadi kuning yang selanjutnya menjadi putih. Jaringan pada bagian daun yang mengalami klorosis menjadi mati, mengering, dan mengeriput. Kekurangan mangan juga berakibat buruk terhadap pembentukan biji. 10.KEKURANGAN SENG (Zn) Kekurangan unsur seng menyebabkan tanaman mengalami penyimpangan dalam pertumbuhan, antara lain: daun lebih kecil dan sempit daripada umumnya, warna kuning di antara tulang daun, daun mati sebelum waktunya kemudian mulai berguguran dari daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak. 11.KEKURANGAN TEMBAGA (Cu) Kekurangan unsur tembaga menyebabkan daun-daun muda menjadi layu dan kemudian mati, ranting juga berubah warna menjadi coklat dan ahkirnya mati. Buah yang dihasilkan umumnya kecil-kecil, berwarna kecoklatan, dan pada bagian dalamnya sering dijumpai sejenis perekat (gum). Sering terjadi pada tanaman buah. 12.KEKURANGAN MOLIBDENUM (Mo) Kekurangan unsur ini menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada sayuran. Hampir semua daun mengalami perubahan warna, kadang-kadang daun mengkerut sebelum akhirnya mengering dan mati. Mati pucuk biasa terjadi pada tanaman yang mengalami kekurangan unsur ini. 13.KEKURANGAN Na, Cl, dan Si Silicon (Si) hanya diperlukan pada tanaman serelia misalnya padi dan gandum, tetapi kekurangan unsur ini belum diketahui dengan jelas akibatnya bagi tanaman. Kekurangan unsur Klorida (Cl) dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kekurangan unsur Natrium (Na) menyebabkan resistensi tanaman terhadap air berkurang terutama pada musim kering (tidak dapat meningkatkan kandungan air). Satu hal yang menjadi kesamaan diantara semua gejala kekurangan unsur hara yang mendasar adalah adanya penurunan hasil panen yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tanaman, terutama unsur hara yang mendasar juga unsur pendukung.
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
BUDIDAYA SELEDRI DALAM POT Seledri (Apium graveolens L. Dulce) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan untuk penyedap makanan dan penghias hidangan. Biji seledri juga digunakan sebagai bumbu dan penyedap. Bahkan untuk kesehatan sangat manjur menurunkan tekanan darah tinggi bagi yang menderita hipertensi. Budidaya seledri tidak hanya pada kebun yang luas, tetapi pada lahan yang sempit seperti pada lahan pekarangan masih dapat diusahakan dalam pot atau ploybag. Menanam seledri dalam pot atau polybag, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Inovasi ini dikenal dengan Rumah Pangan Lestari (RPL) Program Kementerian Pertanian. Budidaya Tanaman Persemaian Tanaman Seledri sebelum tanam perlu disemai terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di dalam bak plastik dengan ukuran 28x36x6 cm. Media tanam yang digunakan tanah topsoil (tanah permukaan yang subur umumnya berwarna gelap karena banyak mengandung humus) + pupuk kandang ayam + serbuk gergaji dengan perbandingan 2:1:1. Aduk ketiga bahan tersebut, kemudian masukkan ke bak plastik. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji seledri direndam dalam air dengan suhu 50° C selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan. Biji ditaburkan secara merata, lebih mudah bila biji dicampur dengan pasir halus agar penyebaran merata. Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh. Penanaman Seledri Setelah ± 40 hari atau telah mempunyai 3-4 daun, bibit seledri yang sehat di cabut dengan akarnya. Pindahkan bibit seledri ke polybag kecil atau gelas plastik bekas air mineral, setelah tanaman cukup besar pindahkan lagi ke pot yang lebih besar. Media tanaman yang cocok adalah campuran tanah subur/topsoil, pupuk kandang dan serbuk gergaji/sekam dengan perbandingan 1:1:1. Campurkan semua bahan tersebut, kemudian masukkan ke dalam polibag atau pot yang berukuran besar. Untuk pot gantung lebih bagus menggunakan moss atau akar eceng gondok sebagai media tanam karena bobotnya yang ringan. Pemeliharaan Tanaman Pemeliharaan tanaman seledri pada skala rumah tangga tidaklah sulit, yang penting selalu jaga kelembaban media tanam, terutama di musim panas, hama dan penyakit jarang ditemukan. Usahakan tanah tetap gembur dan Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek). Guna mempercepat daun seledri tumbuh besar, buang setiap keluar anakan pada tanaman seledri, sehingga pertumbuhan daunnya maksimal. Membiarkan tumbuh anakan akan mengurangi pertumbuhan besar daun, tetapi hal ini bisa dilakukan apabila kita ingin memperbanyak tanaman seledri tersebut lewat anakan, pisahkan anakan yang sudah cukup banyak perakarannya. Pemupukan Pemupukan cukup dengan menyemprotkan pupuk daun seperti Gandasil D seminggu sekali. Panen Panen dapat dilakukan seminggu sekali dengan memetik daun yang sudah cukup besar.
Photos from Komunitas Tanduran Dot Net's post
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Pelatihan Hidroponik di Bali
Timeline Photos
  

42 minggu yang lalu oleh Komunitas Tanduran Dot Net

Komunitas Tanduran Dot Net
Mengatasi Kutu Kebul / Kutu Putih 1. Serai dengan berat 400 gr, dhaluskan dengan blender atau menggunakan alat semacamnya 2. Rebus dengan air 1 liter 3. Jika kira-kira sudah banyak larutan serai yang keluar, bisa lansung diangkat, kemudian diamkan 4. Masukkan air rebusan tadi dalam spray (penyemprot), tambahkan sabun cair/cuci piring 3 sendok teh, kocok dan semprotkan. semoga bermanfaat :)
  

© Komunitas Tanduran Dot Net 2016